Deskripsi Kegiatan
SIDOARJO, JurnalPost.com – Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nomor 0915/C3/AL/04/2025 dari program Hibah BIMA Dikti Tahun Anggaran 2025 kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengolahan Limbah Tekstil Berbasis IoT (Internet of Things) sebagai Upaya Penguatan SDGs Kelompok PKK Desa Larangan Kabupaten Sidoarjo.”
Pelatihan ini ditujukan bagi Kelompok PKK Larangan Mega Asri RT 36 RW 08, Candi, Sidoarjo. Rangkaian kegiatan pertama berupa sosialisasi program kerja dan peningkatan literasi mengenai pengolahan limbah tekstil (baju bekas) yang tepat dilakukan pada Minggu (12/10/2025) di Perumahan Larangan Mega Asri Blok C/40–42.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan cara memilah jenis baju bekas layak pakai dan tidak layak pakai serta pengenalan berbagai jenis tekstil yang sesuai sebagai bahan dasar produk tepat guna. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Umsida dalam mendukung pencapaian SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui peningkatan literasi dan keterampilan anggota PKK dalam pengelolaan limbah tekstil yang berpotensi menciptakan peluang ekonomi kreatif.
Diharapkan, kegiatan ini dapat memotivasi kesadaran warga untuk mengolah limbah secara mandiri, sistematis, dan bertanggung jawab.
Tim pelaksana terdiri atas dosen dari Program Studi Teknik Mesin dan Program Studi Informatika Umsida. Adapun tim dosen yang terlibat antara lain Metatia Intan Mauliana, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Pengabdian, Dr. Edi Widodo, S.T., M.T., dan Uce Indahyanti, M.Kom. sebagai anggota tim pengabdian, serta empat mahasiswa Umsida yang turut bergabung.
Sampah masih menjadi permasalahan utama di Indonesia, bahkan di sebagian besar negara. Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbunan sampah di Indonesia mencapai 33.541.026,18 ton per tahun, dengan 40,18% (13.476.113,86 ton) di antaranya belum terkelola dengan baik. Salah satu jenis limbah yang masih minim pengelolaannya adalah limbah tekstil.
Dalam konteks ini, peran kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sangat strategis dalam program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengelolaan dan daur ulang limbah. PKK memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan, dan kemandirian keluarga. Program pemberdayaan yang dilakukan secara berkelanjutan kepada kelompok PKK diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.
Pelaksanaan program ini didasari oleh meningkatnya volume limbah tekstil setiap tahun, yang sebagian besar berasal dari rumah tangga. Fenomena fast fashion dan tren konsumtif masyarakat turut memperparah penumpukan limbah pakaian bekas.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajak langsung mempraktikkan pengolahan limbah baju bekas menjadi produk baru, seperti cempal (alas panas) dan pot bunga estetik. Peserta diperlihatkan proses pembuatan pot bunga dari kaos dan handuk bekas, serta praktik langsung pembuatan cempal dengan metode anyam pada kegiatan lanjutan, Sabtu (25/10/2025).
“Selanjutnya, program PKM yang akan diterapkan tidak hanya memberikan edukasi dan pelatihan keterampilan kepada kelompok PKK, tetapi juga menciptakan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa kotak donasi KlamBiku yang terhubung sistem IoT untuk memudahkan sistematika pengolahan limbah baju bekas,” ujar Metatia Intan Mauliana, selaku Ketua Pengabdian Masyarakat Umsida.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Umsida dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan pelestarian lingkungan, khususnya dalam pengolahan limbah tekstil rumah tangga.